A. Dasar Pertimbangan Dalam Pemilihan Media
1. Alasan Teoritis Pemilihan Media
Menurut Cepi Riyana (2012:57) alasan pokok pemilihan media dalam pembelajaran, karena didasari atas konsep pembelajaran sebagai sebuah sistem yang didalamnya terdapat suatu totalitas yang terdiri atas sejumlah komponen yang saling berkaitan untuk mencapai tujuan. Apabila dua komponen telah dianalisis yaitu tujuan dan materi ternyata sudah sesuai selanjutnya perlu dikaji penerapan strategi dan penggunaan media pembelajaran. Strategi bisa jadi tidak tepat, membuat peserta didik tidak aktif, menjenuhkan, membosankan, tidak merangsang peserta didik untuk aktif sehingga berpengaruh terhadap hasil belajarnya.
Jika media dan strategi sudah tepat, maka perlu dikaji evaluasi yang digunakan apakah sudah tepat baik bentuknya, jenis, instrumen evaluasi dan prosedur evaluasinya. Mekanisme tersebut jelas menunjukan pendekatan sistem dalam pembelajaran dengan pengertian bahwa setiap komponen dalam pembelajaran saling berkaitan satu sama lain, saling berinteraksi, saling berhubungan, saling terobos dan saling ketergantungan.
2. Alasan Praktis Pemilihan Media
Terdapat beberapa penyebab orang memilih media, antara lain dijelaskan oleh Arif Sadiman (1996:84) dalam Cepi Riyana (2012:59) sebagai berikut:
a. Demonstration. Dalam hal ini media dapat digunakan sebagai alat untuk mendemonstrasikan sebuah konsep, alat, objek, kegunaan, cara mengoperasikan dan lain-lain. Media berfungsi sebagai alat peraga pembelajaran.
b. Familiarity. Pengguna media pembelajaran memiliki alasan pribadi mengapa ia menggunakan media, yaitu karena sudah terbiasa menggunakan media tersebut, merasa sudah menguasai media tersebut, jika menggunakan media lain belum tentu bisa dan untuk mempelajarinya membutuhkan waktu, tenaga dan biaya, sehingga secara terus menerus ia menggunakan media yang sama.
c. Clarity. Alasan ketiga ini mengapa guru menggunakan media adalah untuk lebih memperjelas pesan pembelajaran dan memberikan penjelasan yang lebih konkrit.
d. Active Learning. Media dapat berbuat lebih dari yang bisa dilakukan oleh pendidik. Salah satu aspek yang harus diupayakan oleh pendidik dalam pembelajaran adalah peserta didik harus berperan secara aktif baik secara fisik, mental, dan emosional. Dalam prakteknya pendidik tidak selamanya mampu membuat peserta didik aktif hanya dengan cara ceramah, tanya jawab dan lain-lain namun diperlukan media untuk menarik minat atau gairah belajar peserta didik.
B. Kriteria Dalam Memilih Media
1. Kriteria Umum Pemilihan Media
Menurut Cepi Riyana, (2012:69) Ada beberapa kriteria umum yang perlu diperhatikan dalam pemilihan media. Namun demikian secara teoritik bahwa setiap media memiliki kelebihan dan kelemahan yang akan memberikan pengaruh kepada afektifitas program pembelajaran.
Sejalan dengan hal ini, pendekatan yang ditempuh adalah mengkaji media sebagai bagian integral dalam proses pendidikan yang kajiannya akan sangat dipengaruhi beberapa kriteria umum sebagai berikut:
a. Kesesuaian dengan tujuan pembelajaran, artinya media pembelajaran yang dipilih atas dasar tujuan-tujuan instruksional yang telah ditetapkan.
b. Kesesuain dengan materi, artinya bahan atau kajian apa yang akan diajarkan pada program pembelajaran tersebut.
c. Kesesuaian dengan karakteristik siswa atau peserta didik, artinya media haruslah familiar dengan karakteristik peserta didik/ pendidik. Yaitu mengkaji sifat-sifat dan ciri media yang akan digunakan. Hal lainnya karakteristik peserta didik, baik secara kuantitatif (jumlah) ataupun kualitatif (kualitas, ciri, dan kebiasaan lain) dari peserta didik terhadap media yang akan digunakan.
d. Kesesuaian dengan teori artinya pemilihan media harus didasarkan atas kesesuaian dengan teori.
e. Kesesuaian dengan gaya belajar peserta didik, artinya Kriteria ini didasarkan atas kondisi psikologis peserta didik, bahwa peserta didik belajar dipengaruhi pula oleh gaya belajar peserta didik.
2. Kriteria Khusus Pemilihan Media
a. Access, Kemudahan akses menjadi pertimbangan pertama dalam memilih media.
b. Cost, Biaya juga harus dipertimbangkan.
c. Technology, Mungkin saja kita tertarik kepada satu media tertentu.
d. Interactivity, Media yang baik adalah yang dapat memunculkan komunikasi dua arah atau interaktivitas.
e. Organization, Pertimbangan yang juga penting adalah dukungan organisasi.
f. Novelty, Kebaruan dari media yang anda pilih juga harus menjadi pertimbangan.
C. Prosedur/Model Pemilihan Media
Prosedur dalam memilih media dilihat dari bentuk dan cara-caranya dapat dikelompokkan dalam tiga model, Arif Sadiman (2012:86) mengemukakan tiga model tersebut, yaitu:
1. Model Flowchart Berikut ini akan diuraikan beberapa contoh model flowchart. Pada flowchart di bawah ini, hal yang dijadikan sebagai masukan adalah permintaan akan kebutuhan film tertentu (misalnya dari fakultas). Setelah melewati berbagai tahap pengguguran, kesimpulan akhirnya adalah membeli atau tidak.
2. Model Matriks Pilihan lain untuk pemilihan media dapat menggunakan model matriks, model ini berbentuk kolom yang mengkaitkan dan mencocokkan satu variabel media dengan variabel lainnya.
3. Model Checklist Model evaluasi terhadap media dapat menggunakan checklist, sesuai dengan istilah checklist maka kita tinggal memberikan penilaian dengan memberi tanda dan memberi nilai pada rentang penilaian media.
Artikel Lainnya:
Media Visual, Audio dan Audio Visual
Software Perancangan Media Pembelajaran
Klasifikasi dan Jenis Media Pembelajaran
Media Pendidikan Dalam Proses Pembelajaran
Konsep Dasar Multimedia Pembelajaran
Artikel Lainnya:
Media Visual, Audio dan Audio Visual
Software Perancangan Media Pembelajaran
Klasifikasi dan Jenis Media Pembelajaran
Media Pendidikan Dalam Proses Pembelajaran
Konsep Dasar Multimedia Pembelajaran
Komentar
Posting Komentar